Warga Lubai Ulu Resahkan Dugaan Politik Hitam Jelang Pilkades Prabu Menang

Muara Enim_ Dugaan adanya kecurangan atau politik hitam jelang pemilihan kepala desa Prabumenang kecamatan Lubai Ulu kabupaten Muara Enim, mulai resahkan warga.

Salah satunya diungkapkan Zul, warga dusun 2 desa Prabumenang, saat disambangi awak media.

"Kami prihatin pak, situasi sekarang ini dengan adanya kelompok para pendukung kandidat calon kepala desa, baik berupa iming iming ataupun janji berupa imbalan tertentu yang akan diberikan oleh tim pengusung calon," beber Zul, Kamis, 21 September 2023.

Indikasi kecurangan tersebut disampaikan Zul, terutama menjelang pemilihan Kades yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.

"Di sini pak permainan sudah sangat tidak terpuji terkait pemilihan kepala desa pada Oktober mendatang. Salah satu calon Kades sudah memberikan sejumlah imbalan kepada mata pilih, hal inilah yang sangat membuat resah masyarakat," ucapnya.

"Hal ini tentu saja sangat mencederai Marwah Pilkades, dan calon kepala desa tersebut sudah merencanakan hal yang negatif karena harus mengembalikan imbalan yang sudah diberikan ke masyarakat," tambah Zul.

Lebih jauh Zul menyebut, kondisi itu jelas akan sangat merugikan calon lain, terutama mereka yang tidak memiliki modal.

"Waduh pak permainan para calon kepala desa sudah sangat kotor pak, karena mereka punya modal. Nah bagi kita yang tidak punya modal tentu saja hanya bersikap pasrah terhadap keadaan yang semakin kotor tersebut," ucapnya.

Disinggung soal modus dan trik dugaan adanya kecurangan tersebut, Zul mengaku sulit untuk membuktikan permainan kotor itu, karena permainannya yang sangat rapi dengan cara memanggil masyarakat ke rumah dan diberi sejumlah imbalan untuk memilih salah satu calon kepala desa.

"Kami selaku masyarakat desa memohon pada pihak terkait agar bisa bertindak lebih cepat, agar pemilhan kades ini berjalan sesuai aturan yang ada," harap Zul.

Tak hanya proses pemilihan Kades, warga juga mempertanyakan mekanisme pemilihan anggota BPD di desa Prabumenang. Bahkan warga berharap, pemilihan BPD melalui proses pemilihan bukan dengan penunjukan secara langsung.

"Harapan kami agar nantinya pemilihan BPD melalui mekanisme pemilihan dan bukan dengan cara penunjukan," sebut Sutrisno, warga lainnya, ketika dibincangi awak media.

Menanggapi hal tersebut, Camat Lubai Ulu, Wien Wierma Putra S.Stp menyebutkan, bahwa mekanisme pemilihan maupun penunjukan BPD merupakan kewenangan kepala desa.

"Mekanisme pemilihan BPD maupun penunjukan itu adalah kewenangan kepala desa, namun tetap ada proses atau aturan baik pemilihan maupun penunjukan," jelas Camat Wien, saat dibincangi pada acara Pelantikan PAW BPD desa di wilayah kecamatan Lubai Ulu, Kamis (21/8/2023).

Dalam kegiatan itu, Wien Wierma Putra melaksanakan pelantikan ketua BPD dan anggota serta kegiatan purnabakti pegawai kecamatan Lubai Ulu dan Pelepasan kepala desa yang sudah habis masa jabatannya.

Berikut ini nama-nama pejabat dilantik antara lain :
1. Irwan Sari, ketua BPD desa Sumber Asri.
2. Erwan Effendie, wakil ketua BPD desa Sumber Asri
3. Rikman, anggota BPD desa Sumber Asri 
4. Dapit Karsidi wakil ketua BPD desa Lecah 
5. Feri Saparudin anggota BPD desa Lecah 
6. Dadang Irawan, Sekretaris BPD desa Lubai Makmur 
7. Mila Sari, Anggota BPD desa Lubai Makmur.
8. 
Kemudian berikut nama-nama pegawai kecamatan dan kades di kecamatan Lubai Ulu adalah yang telah habis masa jabatannya adalah : 
1. H. Mukminin jabatan Kasi Kesos 
2. Siti salamah Kasi pemerintahan 
3. Yusuf Efendi S.Sos Map, Kepala desa Prabumenang
4. Tirtonadi, Kepala desa Lubai Makmur.

Kegiatan pelantikan ketua dan anggota BPD, serta kegiatan pelepasan jabatan kepala desa dan purna bakti pegawai kecamatan Lubai Ulu diikuti kepala desa se-kecamatan Lubai Ulu, Babinsa, Serda Jumino, Koramil 404 - 08 / Rambang Lubai dan Subsektor Lubai, Iptu Purwito serta BPD yang dilantik.

Reporter          - Umar Dani.
Kontributor
Sumber berita -   Marsidi.