Muara Enim – Pemerintah Desa Pelempang, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kampanye edukasi kepada masyarakat. Minggu, 31/05/2026.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam menjaga lingkungan serta mengurangi risiko bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.
Kepala Desa Pelempang, Miftahudin, menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui sosialisasi dan penyebaran media informasi, masyarakat diajak untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
“Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan, keselamatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga Desa Pelempang untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan,” ujar Miftahudin.
Dalam kampanye tersebut, Pemerintah Desa Pelempang juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai sumber api yang berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan, obat nyamuk bakar yang tidak diawasi, hingga kebocoran gas di lingkungan rumah tangga.
Selain itu, pemerintah desa bersama berbagai pihak terkait terus memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan dini apabila ditemukan titik api. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam menekan angka kejadian Karhutla, terutama saat musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran.
Melalui gerakan “Ayo Cegah Karhutla!”, Pemerintah Desa Pelempang berharap seluruh warga dapat berpartisipasi aktif menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Mari bersama menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran demi keselamatan bersama,” tutup Miftahudin.

