MUARA ENIM – Bupati Muara Enim, Edison memimpin langsung Rapat Koordinasi Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) wilayah Gelumbang Raya yang digelar di Aula Kantor Camat Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Senin, 11 Mei 2026.
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh Camat Gelumbang, Camat Lembak, Camat Sungai Rotan, Camat Belida Darat, Camat Kelekar, dan Camat Muara Belida, serta seluruh Kepala Desa se-Gelumbang Raya. Turut hadir Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Sutrisno serta Kapolsek Gelumbang yang diwakili Kanit Reskrim.
Dalam arahannya, Bupati Muara Enim menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Muara Enim, khususnya kawasan Gelumbang Raya yang dinilai rawan hotspot.
“Alhamdulillah kita berkoordinasi dengan 6 camat dan 76 desa serta 1 kelurahan di wilayah Gelumbang Raya dalam rangka membahas persiapan menghadapi kemarau dan mencegah terjadinya Karhutla di Muara Enim ini,” ujar Edison saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, wilayah yang paling rawan titik panas berada di sekitar Gelumbang Raya, terutama Kecamatan Sungai Rotan, Muara Belida, dan Gelumbang. Karena itu, seluruh kepala desa dikumpulkan untuk mendengarkan langkah-langkah strategis dalam pencegahan Karhutla.
“Semua kepala desa hadir mendengarkan bagaimana upaya-upaya yang harus dilakukan sehingga kebakaran hutan di wilayah Gelumbang Raya ini bisa kita hindari,” tambahnya.
Terkait instruksi kepada pemerintah desa, Edison menekankan pentingnya langkah preventif melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.
“Kepala desa tadi sudah kita sampaikan, pertama kita harus melakukan pencegahan preventif dengan melakukan pendekatan serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pembukaan lahan dan penggunaan api agar masyarakat memahami risiko dan aturan yang berlaku. Termasuk adanya sanksi apabila dilakukan oleh oknum masyarakat,” tegasnya.
Usai kegiatan rapat koordinasi, Bupati Muara Enim juga melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Gelumbang untuk meninjau langsung kondisi fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Dalam kunjungannya, Edison mengaku baru pertama kali melihat secara langsung kondisi fisik bangunan RSUD Gelumbang sekaligus memastikan kesiapan fasilitas ruang operasi yang sebelumnya telah dianggarkan melalui program Bantuan Keuangan Bersifat Khusus pada tahun 2025.
“Alhamdulillah saya pastikan ini sangat representatif. Bahkan di Muara Enim ini pertama kali ruang operasi dibangun dengan spesifikasi sesuai Peraturan Menteri Kesehatan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Muara Enim akan terus melakukan penyesuaian fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
“Oleh karena itu, saya mengimbau masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat karena di sini sudah memadai. Gedungnya bagus, luas, dan nyaman. Mudah-mudahan ini bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Gelumbang Raya,” pungkasnya.

