MUARA ENIM – Seorang warga Dusun 1 Desa Talang Nangka, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, mengeluhkan kebun miliknya yang diduga terdampak debu dari aktivitas batching plant yang berada tepat bersebelahan dengan kebunnya. Jumat (6/3)
Warga tersebut, Madsamsuri, mengatakan kebun miliknya yang ditanami cabe dan terong mengalami penurunan hasil setelah adanya aktivitas batching plant di dekat lahan pertaniannya.
Saat ditemui SULTANMUDA TV pada Jumat (6/3/2026) sore di kebunnya, Madsamsuri menjelaskan sebelum adanya aktivitas batching plant, tanaman di kebunnya tumbuh subur. Namun setelah muncul debu yang diduga berasal dari aktivitas tersebut, tanaman cabe mulai terdampak.
Ia memperkirakan jumlah tanaman cabe yang terdampak mencapai sekitar 1.000 batang.
“Sebelum ada batching plant, tanaman cabe di kebun ini tumbuh bagus dan subur. Setelah ada debu yang diduga dari aktivitas itu, banyak tanaman yang tidak berkembang bahkan rusak,” ujar Madsamsuri.
Menurutnya, pihak batching plant pernah datang meninjau kebunnya pada 28 Desember 2025. Saat itu datang seseorang yang mengaku sebagai humas perusahaan bersama Kepala Dusun 1 dan Kepala Dusun 2.
Madsamsuri juga mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Ketua BPD Desa Talang Nangka. Ia menyebut, pada sore hari setelah laporan itu disampaikan, Kepala Desa sempat datang langsung melihat kondisi kebunnya.
“Pak Kades sempat mengatakan pihak batching plant akan mengajak bertemu untuk membahas persoalan ini,” katanya.
Namun hingga Jumat (6/3/2026), menurut Madsamsuri, belum ada kabar lanjutan atau pertemuan dari pihak batching plant terkait keluhan tersebut.
Ia pun berharap ada kejelasan serta penyelesaian atas kebun miliknya yang terdampak.
“Saya hanya minta keadilan,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak SULTANMUDA TV mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak batching plant yang berada bersebelahan dengan kebun Madsamsuri pada hari yang sama. Namun hingga saat itu, tidak ada pihak perusahaan yang dapat ditemui untuk memberikan keterangan.
Media ini masih membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait guna memberikan penjelasan atas keluhan warga tersebut.
Reporter: Lea Candra



