Muara Enim – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan sabun dari minyak jelantah serta pengenalan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kantor Desa Sukadana, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Kamis (26/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah rumah tangga sekaligus mendorong literasi digital, khususnya bagi perempuan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN mengajarkan cara mengolah minyak jelantah yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sabun yang bermanfaat dan ramah lingkungan. Peserta diberikan pemahaman mengenai proses pembuatan, bahan-bahan yang digunakan, hingga potensi nilai ekonomis dari produk tersebut.
Melalui inovasi ini, masyarakat diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan. Selain itu, sabun hasil olahan dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dijual sebagai produk kreatif bernilai tambah.
Tak hanya fokus pada pengelolaan limbah, mahasiswa KKN juga memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS sebagai solusi transaksi non-tunai yang aman, cepat, dan praktis. Para peserta diberikan penjelasan mengenai manfaat QRIS serta tata cara penggunaannya dalam kegiatan jual beli sehari-hari.
Pengenalan QRIS dinilai penting, terutama bagi pelaku UMKM, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren transaksi digital yang semakin berkembang. Dengan sistem ini, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan profesionalitas dalam bertransaksi.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Sukadana. Para peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pengelolaan limbah rumah tangga maupun dalam sistem pembayaran digital.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi kemajuan teknologi digital. Pemanfaatan sumber daya lokal yang dipadukan dengan penerapan teknologi diharapkan menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, dan adaptif di era digital.

