MUARA ENIM – Proyek pembangunan jalan setapak di Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim kembali menjadi sorotan masyarakat. Jalan yang diketahui telah selesai dikerjakan pada akhir Desember 2025 itu kini diduga mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan pada beberapa bagian.
Berdasarkan pantauan di lokasi, permukaan jalan tampak bergaris dan pada sejumlah titik terlihat batu kerikil muncul ke permukaan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan warga terkait kualitas hasil pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Diketahui, proyek tersebut merupakan pekerjaan Pembangunan Jalan Setapak RT 03 RW 02 Kelurahan Gelumbang yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp199.000.000 dan masa pelaksanaan selama 30 hari kalender, dengan pelaksana CV Cahaya Insani.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa kondisi jalan tersebut sebelumnya juga pernah diberitakan media. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya perbaikan ataupun penanganan dari pihak terkait.
“Sudah pernah diberitakan sebelumnya, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami khawatir kerusakan akan semakin parah jika dibiarkan,” ujar salah satu warga setempat.
Masyarakat berharap instansi teknis Pemerintah Kabupaten Muara Enim segera melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Selain itu, pengawasan terhadap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran daerah dinilai penting agar hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi jalan tersebut.
Liputan: Lea Candra



