MUARA ENIM - Kepala Puskesmas Lembak, Sandra Eti Astuti, SKM, M.Kes, menyampaikan sejumlah usulan penting dalam kegiatan Reses DPRD Kabupaten Muara Enim Daerah Pemilihan (Dapil) III, yang digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Kantor Camat Lembak.
Dalam kesempatan tersebut, Sandra mengawali penyampaiannya dengan mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Muara Enim atas terealisasinya pembangunan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Lembak yang selesai pada akhir tahun 2023 lalu, dengan anggaran sekitar Rp2 miliar.
“UGD yang kami ajukan tahun sebelumnya alhamdulillah sudah dibangun dan per 29 Desember kemarin sudah resmi kami fungsikan di gedung baru, lengkap dengan alat kesehatan serta sarana prasarana yang tersedia,” ungkapnya.
Namun demikian, seiring bertambahnya fasilitas dan meningkatnya pelayanan kesehatan, pihak Puskesmas Lembak masih menghadapi sejumlah kendala, khususnya terkait ketersediaan listrik cadangan. Saat ini, daya listrik Puskesmas mencapai 53.000 VA, namun belum didukung genset dengan kapasitas memadai.
“Kami mengusahakan sendiri melalui dana BLUD, bahkan kemarin mengeluarkan biaya sekitar Rp40 juta. Tapi untuk kondisi mati lampu, kami belum memiliki genset yang mampu menopang operasional alat kesehatan, terutama oksigen dan nebulizer,” jelasnya.
Oleh karena itu, Puskesmas Lembak mengusulkan pengadaan genset berkapasitas 75 kVA, yang dinilai sangat dibutuhkan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal saat terjadi pemadaman listrik. Usulan tersebut, lanjut Sandra, telah disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dan mendapat persetujuan.
Selain itu, Puskesmas Lembak juga telah menerima mobil dinas berupa ambulans. Meski demikian, hingga saat ini belum tersedia mobil jenazah. Dalam kondisi darurat, ambulans kerap digunakan untuk keperluan tersebut, meski sebenarnya tidak diperbolehkan.
“Kami berharap ke depan ada solusi terkait kendaraan operasional ini,” tambahnya.
Dalam forum reses tersebut, Sandra juga menyoroti akses jalan dan drainase menuju Puskesmas Lembak yang kerap menjadi masalah, terutama saat hujan deras. Genangan air sering kali masuk hingga ke area pintu masuk Puskesmas, mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan.
“Kami mendengar akan ada pembangunan saluran drainase melingkar di sekitar Puskesmas. Kami berharap ini benar-benar terealisasi. Selain itu, kami mohon dukungan agar akses jalan menuju Puskesmas bisa di-hotmix atau diaspal, karena Puskesmas ini satu-satunya fasilitas layanan kesehatan masyarakat di wilayah kami,” tegasnya.
Usulan-usulan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Muara Enim dan pemerintah daerah, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Lembak dan sekitarnya. (Red)

