MUARA ENIM – Program rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, menjadi sorotan masyarakat setelah dilaporkan tidak lagi berfungsi optimal.
Proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui anggaran tahun 2025 tersebut, menurut warga, hanya dapat digunakan sekitar satu bulan sebelum akhirnya mengalami gangguan hingga tidak lagi mengalirkan air.
Berdasarkan pantauan media pada Sabtu, 21 Februari 2026, sejumlah fasilitas jaringan perpipaan terlihat tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Kondisi ini membuat warga kembali kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap adanya evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan, mengingat program penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat serta menggunakan anggaran negara yang diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.
Sementara itu, berdasarkan hasil konfirmasi media melalui pesan WhatsApp kepada pihak yang diduga terlibat dalam pekerjaan tersebut, diperoleh keterangan bahwa sebelumnya sistem sempat berfungsi dengan baik.
Dalam pesan singkatnya disampaikan, “Waalaikumsalam, iyo kak itu kemarin hidup aman. Tiba-tiba mati, tidak tahu kenapa. Sudah koordinasi dengan tukang, tapi belum ada waktu mereka untuk memperbaikinya,” tulisnya.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muara Enim guna memperoleh penjelasan resmi terkait kondisi proyek tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar fasilitas SPAM dapat kembali berfungsi dan memberikan manfaat bagi warga Desa Tambangan Kelekar.
Liputan: Ilham Aprenneza

