Benni Frizal menekankan bahwa musim kemarau seringkali memicu peningkatan risiko kebakaran, terutama jika masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar. Untuk itu, ia mengajak seluruh warga agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kebakaran.
Musim kemarau ini membuat lahan dan hutan menjadi sangat kering, sehingga mudah terbakar. Saya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau membuang puntung rokok sembarangan yang bisa memicu Karhutla,” ujar Benni, Sabtu (2/8/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Patra Tani akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan instansi terkait untuk memantau potensi Karhutla serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Kami terus melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak lengah. Pencegahan lebih baik daripada menunggu bencana datang. Jika melihat api atau asap mencurigakan, segera laporkan ke aparat desa atau pihak berwenang,” tambahnya.
Dalam menghadapi musim kemarau ini, Benni Frizal mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia juga berharap, dengan kebersamaan dan kerja sama masyarakat, Desa Patra Tani dapat terhindar dari ancaman Karhutla.
Lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan biarkan kelalaian menjadi bencana,” pungkasnya.
Langkah-langkah antisipatif seperti ini diharapkan dapat meminimalkan potensi bencana serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang.(Red)
