Apel tersebut diikuti oleh personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, perwakilan perusahaan perkebunan, serta relawan masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam menghadapi musim kemarau yang rawan akan kebakaran lahan dan hutan.
Kapolres Muara Enim, AKBP Jhonie Eka Putra, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan dalam penanggulangan Karhutlah. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar upaya pencegahan berjalan maksimal.
“Kesiapsiagaan harus dimulai dari sekarang. Kita tidak ingin kecolongan. Kolaborasi yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat ini merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya Karhutlah,” tegas AKBP Jhonie.
Bupati Muara Enim yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang telah terjalin dan menilai bahwa Muara Enim dapat menjadi contoh atau role model dalam penanganan dan pencegahan Karhutlah di Provinsi Sumatera Selatan.
Pihak kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan sosialisasi, patroli rutin, serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal.
Langkah-langkah antisipatif ini diharapkan dapat menekan angka kejadian Karhutlah, khususnya di wilayah rawan yang berdekatan dengan kawasan industri dan lahan perkebunan.
Kesadaran dan Kolaborasi Jadi Kunci Pemerintah daerah dan kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta melaporkan apabila melihat adanya aktivitas pembakaran liar. Nomor darurat Hotline Polri 110 juga aktif untuk menerima laporan masyarakat.
Dengan kesiapan yang terus ditingkatkan dan sinergi yang solid, Muara Enim diharapkan menjadi barometer pencegahan Karhutlah yang efektif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.(Umar Dani)


