Kepala Polres Muara Enim menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan sinergi positif antara aparat kepolisian dan Bulog untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harga beras tidak melambung tinggi. “Kami ingin memastikan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, tetap bisa mendapatkan bahan pokok penting dengan harga yang stabil,” ujarnya.
Berdasarkan ketentuan HET, harga beras di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi dipatok sebesar Rp 12.500 per kilogram. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang tidak jauh dari HET, sehingga mampu meringankan beban pengeluaran keluarga sehari-hari.
Bertempat di kantor Kepala Desa Tanjung Miring, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Kepala Desa Jeni Wariski menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digagas oleh Polres Muara Enim bersama Bulog Cabang Lahat.
Kami sangat mendukung program ini karena sangat membantu masyarakat khususnya warga desa kami agar bisa mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau. Di tengah situasi ekonomi yang masih belum stabil, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk meringankan beban kebutuhan pokok sehari-hari,” ujar Jeni Wariski.
Ia juga mengajak seluruh warga Desa Tanjung Miring untuk memanfaatkan kesempatan ini dan menjaga ketertiban selama pelaksanaan program agar berjalan lancar dan memberi manfaat maksimal.
Salah satu warga Desa Tanjung Miring yang hadir dalam kegiatan ini juga menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. “Gerakan Pangan Murah ini sangat membantu kami, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang cukup signifikan belakangan ini,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk terus berkomitmen menjaga stabilitas pangan dan memperkuat sinergi antarinstansi guna mendukung kesejahteraan masyarakat.
Reporter | Umar Dani

