Wabup yang turut didampingi oleh Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, H. Abdurrozieq Putra, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi visi "Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera" atau MEMBARA. Bantuan alat berat diharapkan tidak hanya menekan angka Karhutla, tetapi juga mendorong efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.
“Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat tidak perlu lagi membuka lahan dengan cara membakar. Selain berbahaya, hal tersebut juga merusak lingkungan dan melanggar hukum,” tegas Wabup Sumarni.
Pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari daerah rawan Karhutla seperti Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan. Selain alat berat, Pemkab juga akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani mengenai metode pembukaan lahan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kaidah konservasi lingkungan.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh jajaran personel dari Polri, TNI, BPBD, serta sejumlah relawan dan instansi terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam upaya pengendalian Karhutla.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Muara Enim, wilayah terdampak Karhutla menunjukkan penurunan signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat, pada 2023 luas lahan terdampak mencapai 3.216,26 hektare, sementara pada 2024 turun menjadi 1.718,27 hektare.
Pemkab optimistis tren penurunan ini akan terus berlanjut seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak.
Liputan : Umar Dani

