Bu Maryamah menegaskan, marawis bukan sekadar seni musik tradisi, tetapi juga bagian dari kesenian umat Islam yang memiliki nilai Religi dan Budaya.
“Marawis ini perlu terus dilestarikan, karena selain menghibur, juga menjadi sarana syiar dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Menariknya, di antara anggota grup ini turut bergabung Ketua TP-PKK Desa Danau Rata, Ibu Homlah. Masyarakat setempat pun merasa bangga, sebab para penggiat marawis ini sebagian besar merupakan ibu-ibu lansia yang tetap semangat berkarya dan melestarikan seni Islam di desa mereka.
Sementara itu, Kepala Desa Danau Rata, Rusdi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas eksistensi Grup Marawis Al Hidayah.
“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung kegiatan positif ini. Marawis tidak hanya memperkaya khasanah budaya lokal, tetapi juga menjadi wadah pembinaan moral dan spiritual masyarakat,” ungkapnya.
Rusdi menambahkan, latihan intensif ini dilakukan untuk mempersiapkan penampilan Grup Marawis Al Hidayah pada acara penutupan seluruh rangkaian lomba HUT RI ke-80 di desa tersebut. Penampilan marawis ini akan sekaligus memeriahkan momen pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.
“Nantinya mereka akan tampil sebagai penutup, menjadi hiburan sekaligus kebanggaan bagi warga,” jelasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah desa, Grup Marawis Al Hidayah berkomitmen menjaga kualitas penampilan sekaligus mempertahankan warisan budaya Islami di Desa Danau Rata.
Liputan | Umar Dani