Kegiatan tersebut berlangsung di Rupatama Polres Muara Enim dan dihadiri oleh Wakapolres, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba serta perwakilan penyidik dari tiga wilayah hukum di bawah Polda Sumatera Selatan, yaitu Polres Muara Enim, Polres Lahat, dan Polres Pagar Alam.
FGD ini menjadi bagian dari strategi Polri dalam memperkuat sistem penyidikan berbasis digital guna menciptakan sistem manajemen penyidikan yang efisien, tertib administrasi, dan terukur. Sistem E-MP diharapkan mampu meminimalisir potensi penyimpangan serta meningkatkan kualitas penanganan perkara oleh penyidik di lapangan.
Perwakilan dari Puslitbang Polri menyampaikan bahwa transformasi teknologi informasi di lingkungan penyidikan merupakan keharusan di era digital saat ini, dan perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia di internal Polri.
"Kegiatan ini bukan hanya sosialisasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan penjaringan masukan dari personel di lapangan yang akan mengimplementasikan sistem ini secara langsung," ujarnya.
Selain itu, dalam sesi diskusi, para peserta menyampaikan sejumlah tantangan dan harapan terkait implementasi E-MP di masing-masing wilayah kerja, termasuk kebutuhan pelatihan lanjutan dan dukungan infrastruktur yang memadai.
Dengan terlaksananya FGD ini, Polri melalui Puslitbang berharap agar seluruh satuan kerja penyidikan di lingkungan kepolisian mampu mengadopsi sistem E-MP secara optimal demi pelayanan hukum yang profesional, presisi, dan semakin dipercaya masyarakat.
(Umar Dani)



