Dengan memanfaatkan alat-alat pertanian modern, proses tanam padi kini dapat dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan maksimal. Hal ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Salah satu anggota Brigade Pangan, Wistri Andini, menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda dalam pertanian menjadi kunci penting untuk mewujudkan kemandirian pangan di masa depan.
“Kami ingin membuktikan bahwa pertanian bukan profesi masa lalu, tapi masa depan. Dengan teknologi modern, kami bisa bekerja lebih cepat, hasil lebih banyak, dan tentunya lebih menarik bagi generasi milenial,” ujar Wistri.
Ia juga menambahkan bahwa melalui program dan pelatihan yang diinisiasi oleh Brigade Pangan, para petani muda kini semakin melek teknologi dan siap bersaing dalam dunia pertanian berbasis inovasi.
Inisiatif ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas pertanian lokal, yang melihat potensi besar dalam gerakan pertanian modern berbasis generasi muda.
Liputan : Umar Dani
