Tampak para siswa-siswi mengikuti upacara dengan penuh antusias. Mereka berdiri tegap, menyimak setiap arahan dengan khidmat. Antusiasme ini mencerminkan semangat dan disiplin yang terus dibina oleh pihak madrasah.
Dalam amanat tersebut, Kheriyadi juga menyampaikan bahwa MI Nurul Ihsan akan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang dijadwalkan pada bulan September mendatang. Siswa kelas 5 diwajibkan mengikuti asesmen sebagai bagian dari persiapan dan evaluasi kualitas pembelajaran.
Tidak hanya fokus pada akademik, MI Nurul Ihsan juga menjalankan program literasi Al-Qur’an, dengan mewajibkan siswa kelas 5 dan 6 untuk bisa membaca aksara Al-Qur’an. Program ini merupakan bagian dari visi sekolah untuk meraih predikat H (Hebat) dan Unggul, serta membentuk karakter religius peserta didik.
“Upacara bendera adalah kegiatan wajib yang membentuk kedisiplinan. Dan membaca Al-Qur’an adalah fondasi akhlak siswa madrasah. Keduanya harus berjalan beriringan,” tegas Hheriyadi.
Dengan dukungan guru, wali kelas, dan orang tua, MI Nurul Ihsan Sukarami berkomitmen untuk mencetak generasi yang cerdas, religius, dan siap bersaing di masa depan.
Liputan : Umar Dani

