MUARA ENIM, 28 Juli 2025 –
Ketua Media Mitra Gelumbang (MMG), Lea Candra, menyampaikan keprihatinannya atas dugaan insiden penganiayaan yang dialami oleh seorang oknum wartawan berinisial FD saat berada di sekitar lokasi proyek pembangunan di wilayah Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Meski FD bukan merupakan anggota MMG, Lea menilai kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh wartawan agar senantiasa menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam bertugas.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Meskipun FD bukan bagian dari MMG, hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Ini menjadi contoh bagi anggota kami bahwa ketika kita bekerja secara profesional dan menjunjung etika jurnalistik, insiden-insiden seperti ini dapat dihindari,” ujar Lea Candra, Senin (28/07/2025).
FD sendiri telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Mapolsek Gelumbang pada hari ini, dan kini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Gelumbang terkait laporan tersebut.
Dalam keterangannya, FD menjelaskan bahwa insiden terjadi saat dirinya bersama seorang rekan sedang berhenti di pinggir jalan untuk mengisi bensin sepeda motor. Lokasi mereka saat itu berada tepat di dekat area proyek pembangunan. Saat itulah.
“Kami sedang mengisi bensin sepeda motor. Tiba-tiba saya dipanggil oleh seseorang dan langsung ditanya, ‘Ngapo kamu moto-moto?’,” ungkap FD.
FD membantah bahwa dirinya sedang mengambil dokumentasi, dan menyampaikan bahwa tidak ada aktivitas memotret yang dilakukan. Namun situasi dengan cepat memanas hingga terjadi adu mulut. Beruntung, keributan tidak berlanjut setelah dilerai oleh rekan FD yang berada di lokasi.
“Saya sudah jelaskan bahwa saya tidak memotret, tapi belum sempat banyak bicara langsung terjadi keributan. Untung cepat dilerai,” katanya.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua MMG Lea Candra mengimbau agar seluruh pihak menjaga komunikasi yang baik, serta mengedepankan pendekatan damai jika terjadi kesalahpahaman di lapangan.
“Kami menghormati proses hukum yang ditempuh. Namun kami juga berharap, jika memungkinkan, penyelesaian bisa dilakukan secara damai dan kekeluargaan. Wartawan dan semua pihak di lapangan harus bisa saling menghormati dan menjaga hubungan baik,” ujar Lea.
Ia menegaskan bahwa MMG akan terus memperkuat pembinaan kepada anggotanya mengenai etika jurnalistik, komunikasi yang efektif, dan sikap profesional dalam menjalankan tugas.
“Wartawan adalah jembatan informasi, bukan sumber konflik. Kami ingin anggota MMG jadi teladan — santun, kritis, dan tetap menghormati norma-norma dalam bertugas,” tutupnya. (Red)
