Dua desa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Desa Tanjung Miring dan Desa Sukadana, masing-masing mengirimkan satu regu dengan total 30 orang peserta. Selama kegiatan, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar tentang pencegahan, deteksi dini, serta teknik pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Perwakilan dari Manggala Agni Sumatera XVI Lahat, Athur Sinaga, menyampaikan bahwa pembentukan MPA sangat penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
"Kita bentuk MPA ini karena sangat berguna untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat dilatih agar bisa bergerak cepat sebelum api meluas," ujarnya kepada media ini.
Kepala Desa Sukadana, Hasim, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapan warganya dalam menghadapi musim kemarau.
"Kami sangat mendukung pembentukan MPA ini. Dengan adanya pelatihan seperti ini, masyarakat bisa lebih tanggap dan siap bila terjadi kebakaran," ucapnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Tanjung Miring, Jeni Wariski, yang juga mengapresiasi keterlibatan aktif warganya dalam program ini.
"MPA sangat bermanfaat untuk desa kami. Ini bukan hanya tentang pelatihan, tetapi juga membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan," tuturnya.
Dengan terbentuknya MPA di dua desa ini, diharapkan masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam pengendalian karhutla serta berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing.
Tampak hadir dalam acara ini selain dari perwakilan dua desa dan anggota BPBD, juga di hadiri kades dan pemerintah kecamatan Sungai Rotan yang diwakili oleh kasi pemerintahan bapak Sukirman S.Sos
Acara ini berjalan tertib dan kondusif, serta penuh antusias para peserta mendengarkan apa yg di sampaikan Nara sumber dari dinas BPBD.
. Liputan : Umar Dani

