Pertemuan yang berlangsung hangat dan terbuka ini menjadi ruang dialog konstruktif. Dalam sambutannya, Bos Cadot menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara semua pihak, khususnya antara pemborong proyek dan para kontrol sosial seperti LSM dan media.
“Kita ingin suasana yang harmonis, tidak saling curiga. Justru dengan pengawasan dan masukan yang baik, pembangunan bisa berjalan lebih maksimal dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Beberapa rekan media yang hadir turut memberikan masukan kritis namun membangun. Mereka menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan proyek di desa serta mengajak semua pihak, termasuk pemborong, untuk lebih terbuka terhadap pengawasan publik.
“Kami bukan mencari kesalahan, tapi mendorong agar pekerjaan yang ada di lapangan sesuai dengan aturan dan harapan masyarakat,” ujar salah satu jurnalis lokal yang hadir dalam diskusi tersebut.
Perwakilan LSM juga menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menilai dialog semacam ini perlu dijadikan agenda rutin untuk mencegah miskomunikasi dan menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.
Pertemuan ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus membangun komunikasi yang baik demi kemajuan desa dan kesejahteraan bersama.
Liputan : Umar Dani
