MUARA ENIM - Aktivitas pembangunan siring di Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, terus menuai kecaman. Proyek senilai Rp 491.857.000 dari APBD Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025 ini menjadi sorotan karena alat berat dibiarkan beroperasi di pinggir jalan aktif tanpa rambu, tanpa pembatas, tanpa ada bentuk pengamanan. Minggu, 28 Juli 2025.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan situasi yang sangat membahayakan pengendara, bahkan di siang hari. Pengguna jalan berpotensi celaka hanya karena kelalaian pelaksana dan minimnya pengawasan dari pihak terkait.
“Siang hari pun bahaya. Tidak ada tanda peringatan, tiba-tiba alat berat kerja di pinggir jalan. Pengendara bisa kaget, salah sedikit bisa celaka,” ujar salah satu pengendara warga yang sedang melintas.
Saat salah satu pekerja yang ditemui di lokasi, bernama Heri, ditanya siapa pelaksana proyek, ia menjawab tidak tahu.
“Saya cuma tukang, Pak. Saya ikut kerja saja. Masalah kontraktor siapa, saya kurang tahu. Tapi nanti saya sampaikan soal keluhan ini,” ujarnya.
Kondisi ini jelas mengindikasikan proyek dikerjakan tanpa kendali langsung dari kontraktor maupun pengawas teknis di lokasi. Lebih parahnya lagi, ketika Ketua Media Mitra Gelumbang mencoba mengonfirmasi langsung ke Kepala Desa Payabakal, Misroyadi, melalui pesan WhatsApp — tidak ada respons sama sekali.
Senyap. Tidak ada jawaban. Seolah-olah pihak desa menutup mata terhadap keresahan warga yang nyata dan berbahaya. (Red)
Alat Berat Bekerja Tanpa Pengamanan, Proyek APBD Muara Enim Tuai Sorotan
Post Views:
