MUARA ENIM — Kesenian tradisional Tanjidor masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Sungai Rotan, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Hal tersebut tergambar dalam unggahan status WhatsApp pribadi Yusro, S.Sos., M.Si., Kasi Trantib Kecamatan Sungai Rotan, pada Minggu (20/9/2026).
Dalam unggahannya, Yusro terlihat berfoto bersama sekelompok warga yang tengah memainkan alat musik tiup dan sejumlah instrumen lainnya dalam sebuah pertunjukan Tanjidor. Suasana sederhana di lingkungan masyarakat turut mewarnai kegiatan kesenian tradisional tersebut.
Pada unggahan itu, Yusro menuliskan, “Kesenian yg tak lekang oleh waktu, Tanjidor desa Sungai Rotan.”
Unggahan tersebut menjadi gambaran apresiasi terhadap keberadaan kesenian Tanjidor yang masih dimainkan dan dipertahankan oleh masyarakat setempat.
Tanjidor dikenal sebagai salah satu kesenian musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok dengan menggunakan sejumlah alat musik, terutama instrumen tiup. Dalam kehidupan masyarakat, kesenian tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari kebersamaan serta warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Keberadaan kelompok musik Tanjidor di Desa Sungai Rotan menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki ruang di tengah perkembangan zaman. Aktivitas para pemain yang dibagikan Yusro menjadi salah satu gambaran bahwa tradisi musik lokal tetap hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat.
Pelestarian kesenian tradisional membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda, agar keberadaannya dapat terus berlanjut. Kegiatan seni yang dilakukan di tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi berikutnya.
Melalui unggahan tersebut, Yusro turut memperlihatkan bahwa Tanjidor Desa Sungai Rotan masih menjadi bagian dari kehidupan seni masyarakat setempat. Kesenian yang terus dimainkan dan dikenalkan kepada generasi muda diharapkan tetap bertahan sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Sungai Rotan.

