Hari 5 Doa Bersama, Keluarga Korban Berharap PT KAI Hadir di Rumah Duka

Post Views:

‎MUARA ENIM — Keluarga korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, berharap pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.


‎Harapan tersebut disampaikan Seri, ibu sekaligus anggota keluarga korban, saat ditemui di rumah duka di Dusun 3, RT 01/RW 03, Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

‎Kedatangan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Yasin, tahlilan, dan doa bersama hari kelima untuk para korban.

‎Seri mengungkapkan, musibah kecelakaan tersebut berdampak langsung pada keluarganya. Ia menyebut sejumlah anggota keluarganya menjadi korban, di antaranya orang tua, anak, adik ipar, serta keponakannya.

‎"Untuk dari pihak KAI, sampai sekarang belum ada yang datang untuk berbela sungkawa ke sini, Pak. Yang sudah ada malah dari Polres Prabumulih dan Muara Enim," ujar Seri.

‎Seri mengatakan, harapan agar pihak KAI datang ke rumah duka bukan untuk menyampaikan tuntutan. Menurutnya, keluarga hanya berharap adanya empati dan perhatian atas musibah yang dialami.

‎"Harapannya aku, datang. Tidak menuntut apa pun. Ibaratnya bagaimana rasa empati aku sebagai korban. Karena di sini orang tuaku, anakku, adik iparku, keponakanku," katanya.

‎Ia menambahkan, hingga hari kelima setelah kejadian, keluarga masih berharap pihak KAI dapat datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

‎Hal senada disampaikan Aidil, suami Seri. Ia mengatakan, keluarga berharap pihak KAI dapat datang ke rumah duka untuk menyampaikan ucapan turut berduka cita.

‎"Harapan kami cuma pengen dari pihak KAI itu datanglah, berbelasungkawa, turut berduka cita atas musibah ini. Siapa namanya kalau bukan musibah, ya kan? Ini namanya musibah," ujar Aidil.

‎Aidil juga mengungkapkan bahwa istrinya masih mengalami trauma setelah menyaksikan langsung peristiwa kecelakaan tersebut. Menurut dia, kondisi itu turut dipengaruhi oleh lokasi rumah yang berada tidak jauh dari kawasan stasiun.

‎"Harapan kami mereka itu bisa datang ke sini, ikut berbelasungkawa. Mungkin ada rasanya ketenangan dari istri aku. Kalau kayak ini, setiap malam dia merasa tidak tenang, apalagi di sini dekat stasiun," katanya.

‎"Karena kejadian di depan mata dia, jadi traumanya, psikisnya luar biasa," lanjut Aidil.

‎Kecelakaan di Pelintasan Tanpa Palang

‎Kecelakaan maut tersebut terjadi di pelintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Pakjo-Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

‎Peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa dan meninggalkan duka bagi keluarga korban.

‎Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya meminta keterangan resmi dari PT KAI Divre III Palembang terkait kecelakaan tersebut serta respons perusahaan terhadap keluarga korban.

‎Keterangan dari pihak PT KAI akan ditambahkan setelah diperoleh.

Berita Terbaru
  • Hari 5 Doa Bersama, Keluarga Korban Berharap PT KAI Hadir di Rumah Duka
  • Hari 5 Doa Bersama, Keluarga Korban Berharap PT KAI Hadir di Rumah Duka
  • Hari 5 Doa Bersama, Keluarga Korban Berharap PT KAI Hadir di Rumah Duka
  • Hari 5 Doa Bersama, Keluarga Korban Berharap PT KAI Hadir di Rumah Duka
  • Hari 5 Doa Bersama, Keluarga Korban Berharap PT KAI Hadir di Rumah Duka
  • Hari 5 Doa Bersama, Keluarga Korban Berharap PT KAI Hadir di Rumah Duka
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Tutup Iklan