Kegiatan yang dipusatkan di ikon kebanggaan Kota Palembang itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati kawasan Jembatan Ampera sejak pagi hari. Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi, Car Free Day juga diharapkan menjadi wadah interaksi sosial serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengatakan bahwa pelaksanaan Car Free Day di kawasan Jembatan Ampera bukanlah kebijakan yang diambil secara instan. Program tersebut merupakan hasil dari berbagai tahapan uji coba dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kota Palembang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai pemangku kepentingan terkait.
“Pelaksanaan Car Free Day ini merupakan hasil dari serangkaian uji coba yang telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Setelah melalui proses evaluasi yang matang, hari ini kita resmi meluncurkannya sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, dan melakukan berbagai aktivitas positif,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, keberadaan Car Free Day di kawasan Jembatan Ampera memiliki nilai strategis karena tidak hanya mendukung pola hidup sehat masyarakat, tetapi juga memperkuat fungsi ruang publik yang inklusif dan nyaman bagi seluruh kalangan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung penuh berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk penyediaan ruang terbuka yang dapat digunakan secara bersama-sama. Dengan suasana yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda, kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi destinasi favorit warga maupun wisatawan.
“Car Free Day ini bukan sekadar kegiatan olahraga. Kita ingin menciptakan budaya hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menghadirkan ruang interaksi sosial yang positif bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Herman Deru berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan kota yang lebih sehat, tertib, dan nyaman.
Peluncuran Car Free Day di kawasan Jembatan Ampera juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengurangan emisi kendaraan bermotor serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Dengan pembatasan kendaraan pada waktu tertentu, masyarakat memiliki kesempatan untuk menikmati suasana kota yang lebih bersih dan nyaman.
Selain kegiatan olahraga, pelaksanaan Car Free Day ke depan direncanakan akan diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, seni budaya, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Momentum peluncuran ini juga menjadi bagian dari semangat perayaan HUT Kota Palembang ke-1343 yang mengusung komitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik dan pembangunan perkotaan. Kehadiran Car Free Day di kawasan Jembatan Ampera diharapkan semakin memperkuat citra Palembang sebagai kota yang modern, sehat, dan ramah bagi masyarakat.
Dengan diresmikannya Car Free Day tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Palembang optimistis ruang publik baru ini akan menjadi salah satu ikon aktivitas masyarakat yang memberikan manfaat sosial, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan.
