Dalam arahannya, Kombes Pol Hadi mengingatkan agar personel tidak bersikap reaktif terhadap fenomena atau simbol yang tengah viral, melainkan mengedepankan langkah persuasif. Ia mencontohkan, masyarakat cukup diajak mengibarkan bendera Merah Putih sebagai wujud nasionalisme, tanpa perlu tindakan berlebihan yang bisa merugikan pelaku UMKM yang menjual atribut terkait.
"Yang perlu diwaspadai adalah penggunaan simbol separatis seperti OPM, GAM, atau RMS. Namun, karya atau kreativitas masyarakat yang bersifat kritik tidak serta-merta dilarang, selama tidak melanggar hukum," jelasnya.
Dengan nada santai namun bermakna, Kombes Hadi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. “Sakit itu biasanya karena kelebihan makan, kurang makan, atau salah makan. Jadi, jaga pola makan agar tetap fit menjalankan tugas,” ujarnya, disambut tawa personel yang hadir.
Tak hanya itu, ia menekankan bahwa setiap tindakan kepolisian memerlukan perencanaan matang. “Marah saja perlu rencana, apalagi menjalankan tugas. Jangan sampai bergerak tanpa pertimbangan,” tegasnya.
Apel pagi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen profesionalisme di tubuh Polda Sumsel, sekaligus mengingatkan bahwa keseimbangan antara tegas, bijak, dan humanis adalah kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Reporter | Umar Dani
